Mutiara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Posted on

اَلْحَمْدُ ِللهِ الرَّحْمنِ , عَلَّمَ الْقُرْآنَ , خَلَقَ اْلإِنْسَانَ , عَلَّمَهُ الْبَياَنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنََّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْناَنِ, وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ,
أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا أَيُّهَا النَّاسِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ . وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِى كِتَابِ الْكَرِيْمِ: يَاأَيُهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Maulid Nabi Muhammad SAW. Marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, karena taqwa adalah bekal yang paling berharga bagi umat manusia dalam hidup dan kehidupannya. Dan dengan taqwa seseorang akan mendapatkan kebahagiaan hakiki baik di dunia maupun di akhirat.

Pada saat ini kita berada di Bulan Rabiul Awwal tahun 1437 Hijriah, bulan yang tidak bisa lepas dari sejarah, Rasulullah SAW. Sebagai umatnya kita harus mengikuti beliau baik dalam tingkah laku, tutur kata ataupun budi pekerti beliau.

Nabi lahir, nabi hijrah dan nabi wafat, jatuh pada bulan yang sama, hari yang sama dan tanggal yang sama, yaitu hari senin tanggal 12 rabiul awwal, hanya tahunnya yang berbeda.

Begitu istimewa bulan rabiul awwal bagi umat Islam, sepanjang bulan itu dimanfaatkan untuk memperingati maulid nabi yang sangat dirindukannya. Berbagai ekspresi kecintaan dituangkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari membaca salawat, syair-syair pujian terhadap nabi, ceramah, sadaqah, pesta kesenian islami, dan berbagai seremonial lainnya. Semuanya dilakukan dengan semangat kecintaan pada nabi Muhammad SAW.,

Mutiara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Mutiara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW


Dizaman nabi tidak ada peringatan maulid nabi, pada zaman Khulafaur Rasidin tidak ada peringatan maulid. Menurut catatan sejarah, peringatan maulid baru diadakan pada zaman Salahuddin Al Ayyubi seorang Sultan Mesir. Sultan yang dikenal seorang panglima perang yang gagah berani, tetapi sangat bijak dan murah hati, seorang budayawan yang ilmu agamanya sangat luas.

Salahuddin Al Ayyubi sangat prihatin atas kesadaran agama dikalangan rakyatnya sangat lemah, wilayah kaum muslimin banyak dikuasai kaum salib. Sehingga beliau meminta masukan dari para pembantunya, kiranya usaha apa yang dilakukan untuk membangkitkan semangat keagamaan dikalangan umat Islam. Sasaran utama peringatan maulid nabi pada masa Salahuddin Al Ayyubi adalah:

  1. Membangkitkan kerinduan pada nabi Muhammad SAW. dengan menggali tarikh nabi, serta menyebarluaskan dalam bentuk puisi.
  2. Memurnikan kembali ajaran islam yang telas terkontaminasi adat istiadat berupa tahayul, khurafat dan bid’ah.
  3. Membina generasi muda agar mencintai agama dalam kehidupan sehari hari.
BACA JUGA:  Menjaga Lidah

Rupanya target Salahuddin Al Ayyubi itu tercapai, dengan peringatan maulid nabi semangat keagamaan umat islam berkobar, terbukti pendudukan oleh kaum salib bisa dibebaskan.

Bagi kita sekarang tentunya peringatan maulid lebih bermanfaat bila tujuan dan caranya merujuk pada niat awal yang dipancangkan Salahuddin Al Ayyubi. Bukan hanya seremonial belaka. Kita tidak manafikan seremonial, hanya kita ingin lebih membawa manfaat bagi ummat agar dana, tenaga, pikiran lebih berdaya guna dan berhasil guna.

Dalam peringatan maulid nabi, kita dapat mengungkap tarikh kehidupan nabi yang penuh suri tauladan, kesederhanaan, kebijakan, kesabaran, keberanian, kesantunan dan semua karakter yang baik diungkap untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai sosok Nabi Muhammad SAW., agar generasi muda tidak mengidolakan sosok yang tidak pantas diidolakan.

“Laqad kanaa lakum fii rasulillahi uswatun hasanah limankaana yarjullaaha wal yaumil akhira wadzakarallaaha katsira”
Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu, suri tauladan yang baik bagimu, bagi yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan banyak mengingat allah.

Akhirnya marilah kita senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW dan mencintainya setulus hati dan sepenuh jiwa. mudah-mudahan kita semua mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW.

باَرَكَ اللهُ ليِ وَلَكُمْ فيِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ , وَنَفَعَني وَإِياَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَت وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ , وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ليِ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتُ فَاسْتَغْفِرُوْهَ , إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ .

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya allah, tolonglah kami, sesungguhnya engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya engkau adalah sebaik-baik pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.

اَللَّهُمَّ اِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمِ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَسْبَعُ وَمِنْ دُعَاءِ لاَيُسْمَعُ

Ya allah, aku berlindung kepada-mu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak khusyu dan jiwa yang tak pernah merasa puas serta dari do’a yang tak didengar (Ahmad, Muslim, Nasa’i).

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Ya allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزِّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

BACA JUGA:  Perbedaan Cara Salat Antara Laki-Laki Dan Perempuan

(Suyono, Drs., M.Pd)

2 thoughts on “Mutiara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *