Jangan Terlalu Cinta Dunia, Nih Cara Cinta Kepada Allah SWT…

Posted on

Untitled-1

Cinta adalah suatu anugrah yang diberikan Allah kepada mahluknya agar senantiasa menyayangi apa dan siapa yang dia cintai. Hidup tanpa cinta bagai sayur tanpa garam. Cinta kepada manusia merupakan hal yang semestinya dimiliki oleh semua orang karena dengan begitu cinta tersebut akan menjadi manusia saling menyayangi dan menghormati dengan sesama, asal dalam koridor syar’i. Ketika seseorang sudah mencintai sesuatu, dia rela dan mau untuk melakukan hal apapun demi cintanya. Begitupun cinta dunia, ini merupakan hal yang banyak dimilki manusia pada umumnya. Manusia berlomba-lomba mengumpulkan harta,tahta, jabatan dan segala apapun, sehingga keinginannya bisa tercapai. Mereka rela untuk melakukan hal apapun, tanpa melihat kebaikan dari apa yang mereka lakukan, asalkan semuanya bisa dimiliki, keburukanpun mereka lakukan. bagi mereka yang berbuat seperti itu, yang demikian itu adalah sesuatu yang keliru, karena didunia ini ada yang harus paling utama kita cintai, Dialah Allah SWT. Lalu bagaimana kita mencintai Allah, apa yang harus kita lakukan,?? lalu bagaimana kita tahu bahwa kita benar-benar cinta kepada Allah dari pada cinta kepada dunia..???

Cinta ditilik dari sudut mana pun selalu menarik untuk dibahas. Sejarah mencatat bahwa sejumlah seniman, teolog, sampai filosof membicarakan cinta dari berbagai perspektifnya, baik dalam bentuk roman, puisi, syair, bahkan sampai dalam bentuk tulisan ilmiah yang bernuansa teologis, fenomenologis, psikologis, ataupun sosiologis.

Menurut Rabi’ah Ad-Adawiyah : cinta adalahungkapan kerinduan dan gambaran perasaan yang terdalam. Siapa yang merasakannya. Niscayamengenalinya. Namun siapa yang mencoba untuk meyifatinya, pasti akan gagal.

Menurut Jalaludin rumi : cint adalah sumber segala sesuatu . dunia dan kehidupan muncul karena kekuatan yang bernama cinta, cinta adalah inti dari dari segala kehidupan dunia.

lalu bagaimana kita dapat mengetahui, bahwa kita cinta kepada Allah???

1.Selalu Rindu bertemu dengan Allah

Dalam setiap waktu dan setiap saat orang akan selalu rindu pada-Nya, segala apapun dia lakukan untuk mengobati rindunya, dengan perbanyak ibadah, berdzikir, mengaji dan dalam bicaranya selalu dalam tutur kata yang baik dengan selalu menyebut nama Allah SWT. sekalipun tidak tidak melakukan hal itu maka dia akan merasa menyesal atas semua kehilapannya.

“Barangsiapa yang merindukan bertemu dengan Allah, maka Allah pun merindukan bertemu dengannya.” (H.R. Ahmad, Tirmudzi, Nasa’i)

2. Merasa nikmat berkhalwat (munajat/komunikasi dengan Allah)

Kenikmatan yang diperoleh dalam komukasi dengan Allah itu tidak terhitung indahnya dan sejuknya, itu semua dapat di buktikan dengan bagaimana kualitas sholat kita kepada Allah. Dengan keadaan khusu dalam ibadah maka kesejukan hati dan kenikmatan hidup akan terasa tiada tara.

“Shalat itu menjadi penyejuk hati.” (H.R. Ahmad, Nasa’i, Hakim)

BACA JUGA:  Keberuntungan dalam Sabar

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” Q.S. As-Sajdah 16-17

3. Selalu sabar dalam mengarungi kehidupan

Kehidupan didunia adalah sementara, jadi sebanyaka apapun harta seseorang, setinggi apapun jabatan seseorang maka semua itu akan lenyap dan hilang. Dalam kehidupan pasti ada cobaan, peringatan yang Allah berikan kepada mahluknya, yang harus kita lakukan hanyalah sabar dan tawakal kepadanya.

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” Q.S. An-Nahl 16: 96

Berikut ini beberapa contoh macam-macam kesabaran yang dialami kekasih Allah terdahulu :

sabar menghadapi nafsu syahwat, seperti Nabi Yusuf a.s.

sabar menghadapi istri, seperti Nabi Nuh a.s.

sabar menghadapi suami seperti Asyiah istri Fir’aun

sabar menghadapi penyakit, seperti Nabi Ayyub a.s.

sabar menghadapi penguasa zalim, seperti Nabi Ibrahim a.s. menghadapi Namrudz

sabar menghadapi anak-anak yang tidak saleh, seperti Nabi Ya’qub a.s.

sabar menghadapi umat yang neko-neko, seperti seperti Nabi Musa a.s.

sabar menghadapi fitnah, seperti Maryam

sabar menghadapi tantangan dakwah, seperti Nabi Muhammad saw.

“Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” Q.S. An-Nahl 16: 127-128

4. Mengutamakan apa yang dicintai Allah dari segala sesuatu yang dicintainya

Apabila kita mengutamakan Allah maka Allah juga pasti mengutamakan diri kita, itu adalah prasangkat baik yang harus kita tanamkan dalm hati kita, sesuatu akan mendatangkan kebaikan dikala kita berpikir bahwa sesuatu itu baik.

“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” Q.S. At-Taubah 9: 24

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” Q.S. Al Baqarah 2: 165

BACA JUGA:  Surat Kecil Untukmu Ukhty

5. Selalu mengingatnya/selalu hadir dalam setiap aktivitas kita

Dimanapun , kapanpun, sedang apapun, hidup kita haruslah berpegang teguh pada Allah SWT.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” Q.S. Al Anfal 8: 45

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” Q.S. Al Anfal 8: 2-3

6. Mengikuti apa yang dicontohkan nabi/rasul

Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berarti segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik ucapan, perbuatan maupun penetapan beliau, memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam, karena Allah Ta’ala menjadikan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penjelas dan penjabar dari Al Qur’an yang mulia, yang merupakan sumber utama syariat Islam. Oleh karena itu, tanpa memahami sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan baik, seseorang tidak mungkin dapat menjalankan agama Islam dengan benar.

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Q.S. Ali Imran 3: 31

7. Semangat untuk mengaji

Yuk, kita perbanyak lagi membaca Al-Qur’an…..

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal.” Q.S. Al Anfal 8: 2

 

 

2 thoughts on “Jangan Terlalu Cinta Dunia, Nih Cara Cinta Kepada Allah SWT…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *