Astagfirullah !!! 500 Tahun Beribadah Tak Ada Jaminan Masuk Surga

Posted on

ibadah

Apa sih Ibadah Itu…?

Ibadah berasal dari kata “Abdun”  yang berari patuh, taat, setia , tunduk menyembah dan memperhambakan diri terhadap sesuatu. Ibadah merupakan suatu perlakuan khusus seorang hamba kepada Allah SWT dengan berdasarkan agama yang dianutnya. Semua mahkluk hidup yang Allah ciptakan pada hakikatnya berkewajiban untuk beribadah kepada-Nya.

Prinsip ibadah yang harus diterapakan dalam diri manusia adalah ibadah bukan menjadi sebuah beban dalam kehidupan, tetapi harus menjadi sebuah kebutuhan dalam diri sendiri, karena tanpa ibadah kita akan kehilangan kenikmatan batin dalam hati dan redupnya cahaya kehidupan yang kita jalani. Apabila ibadah sudah menjadi sebuah kebutuhan maka dalam pelaksanaannya itu akan menjadi sebuah keikhlasan dan setiap hari, setiap waktu, dimanapun kapanpun kita akan merindukan aktivitas ibadah itu sendiri.

Allah Ta’ala sudah menjelaskan dengan sangat gamblangnya di dalam Al Qur’an apa yang menjadi tujuan kita hidup di muka bumi ini. Cobalah kita membuka lembaran-lembaran Al Qur’an dan kita jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56. Di sana, Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Dalam agama Islam ada banyak bentuk ibadah yang sering dilakukan oleh penganutnya, bahkan semua aktivitas dan kegiatan sehari-hari bisa menjadi sebuah nilai Ibadah. Ibadah memerlukan niat, keikhlasan, kekhusuan dan kualitas tinggi dalam pelaksanaannya. Kualitas dan kehusuan dalam ibadah tidak akan bernilai dimata Allah ketika itu semua tidak dibarengi dengan niat yang baik dan keikhlasan. Setiap hamba pasti memiliku tujuan dan cita-cita besar, salah satu tujuan besar itu adalah masuk Surganya Allah SWT.

Itulah tempat yang paling baik, tempat yang menjadi dambaan setiap manusia yang beriman dan bertaqwa. Yang didalamnya terdapat kenikmaan dan kebahagiaan yang tak pernah terasa sebelumnya didunia. Maka salah satu cara untuk menuju kesana adalah dengan beribadah atas Perintah-Nya.

Bagaimana Kisahnya…???

Namun tidak semudah itu kita akan mendapatkan semuanya dengan ibadah yang kita lakukan. Karena seberapa banyak dan seberapa lama kita ibadah, itu tidak akan menjadi sebuah jaminan kita masuk surga. Dalam buku Ayat-ayat Motivasi yang di tulis oleh Abu Ali Al-Bikhal menuliskan bahwa suatu ketika jibril memberitahukan kepada Rasulullah Muhammad, “Wahai Muhammad demi Allah yang telah mengutusmu sebagai nabi besar, sesungguhnya ada seorang hamba yang telah beribadah selama 500 tahun diatas sebuah bukit yang lebar, panjangnya 30 hasta dan lebarnya 30 hasta dan disekelilingnya air laut yang begitu luas.”

BACA JUGA:  Hari Raya Idul Adha: Harapan Nabi Ibrahim As dan Harapan Kita

Kemudian di tempat itu Allah mengeluarkan air selebar satu jari. Bukan hanya itu, dibawah bukti Allah juga telah menghidupkannya sebuah pohon delima yang setiap harinya mengeluarkan buah. Jika waktu petang tiba maka hamba itu memetik buahnya dan memakannya. Kemudian dia sembahyang lagi. Di dalam doanya dia senantiasa memeinta supaya Tuhannya kelak mematikannya dalam keadaan bersujud supaya badannya tidak di sentuh oleh bumi atau apapun sampai tibanya hari di bangkitkan. Allahpun menerima permintaan hambaNya tersebut.

Lalu jibril berbicara lagi ke Rasulullah, “Oleh sebabnya setiap kami turun dan naik antara bumi dan langit kami selalu melihat hamba tersebut sedang bersujud, kami mendapatkan pengetahuan bahwa dia akan di bangkitkan di hari kiamat dan di hadapkan kepada Allah. Lalu Allah akan menyuruh malaikat untuk memasukannya ke dalam surgaNya dengan segala kelimpahan rahmatNya. Kemudian orang itu berkata, ‘Karena di sebabkan amalanku?’ Allahpun kemudian menyuruh malaikat untuk menghitung seluruh amal si hamba dengan segala nikmat yang telah Allah berikan. Jika perhitungan di buat maka amal yang di lakukan oleh seorang hamba selama 500 tahun itu telah habis dengan sebelah matanya yang bisa melihat sedangkan nikmat-nikmat yang lainnya belum masuk dalam hitungan”.

Kemudian Allahpun berfirman , “Masukannlah dia ke dalam neraka”. Ketika si hamba itu di masukkan ke dalam neraka kemudian ia berkata, “Ya Allah, masukkanlah aku ke surge dengan rahmatMu”.

Allah memerintahkan kepada malaikat untuk membawanya mendekatNya. Allahpun bertanya, “Siapakah yang menjadikan kamu dari ketidak adaan?”

Si hamba menjawab, “Engkau ya Allah”.

Allah bertanya lagi, “Apakah semua itu karena amalanmu atau rahmatmu?”

“Ya Allah, dengan rahmatMu”. Jawab si hamba.

“Siapakah yang telah memberikan kekuatan kepadamu sehingga engkau bisa beribadah sampai selama 500 tahun?”.

“Engkau ya Allah”.

Allahpun bertanya lagi. “Siapakah yang telah menempatkanmu di atas bukit di tengah-tengah lautan, dan siapakah yang memberikan air tawar yang bersih (untuk segala keperluan si hamba) di tengah-tengah laut yang airnya asin, dan siapakah yang menumbuhkan sebuah pohon delima yang selalu mengeluarkan bijinya setiap hari badahal normalnya buah itu hanya berbuah setahun sekali lalu kamu meminta supaya aku matikan dalam sujud, jadi sipakah yang membuat semua itu?”

Orang itu menjawab dengan ketakutan, “Ya Allah, Ya Tuhanku engkaulah yang telah melakukannya semuanya”.

Allahpun berfirman, “Maka Semua itu telah dengan rahmatKu dan aku masukan kamu kedalam surge juga karena rahmatKu.”

Malaikat Jibril pun kemudian berkata, “Segala sesuatu itu terjadi dengan rahmat Allah”.

Apa Yang dapat Kita Ambil…???

BACA JUGA:  Ingatlah 5 Perkara Sebelum 5 Perkara

Maka, kisah ini merupakan pelajaran penting untuk kita semuanya bahwa jangan mengaharapkan kita bisa masuk kedalam surgaNya murni karena amalan-amalan yang telah dilakukan. Sesungguhnya Allah Maha Baik dan pengasih bagi setiap hambaNya sehingga Ia bersedia untuk memasukan hamba-hambaNya kedalam surge yang penuh kenikmatan atas rahmatNya.

Memasuki surganya Allah yang didambakan setiap orang merupakan hak prerogatifnya Allah sebagai Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa bisa mengetuk pintu rahmat Allah dengan mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala laranganNya. Dan tidaklah sesekali seorang hamba angkuh dengan segala amalan yang telah diperbuatnya kerena tanpa rahmatNya maka amalan yang tidak seberapa itu akan rontok jika dihitung dengan segala nikmat yang telah Allah berikan.

Oleh sebab itu, tiada jalan lain selain merendahkan hati dan pikiran bahwa segala kenikmatan di dunia maupun di akhirat kelak merupakan bukti dari rahmat dan cinta kasih Allah kepada manusia. Makanya ketika berdo’a, ucapkanlah supaya Allah membukakan pintu rahmat dan maafNya untuk mempermudah jalan masuk kedalam surgaNya. Sungguh kisah yang sangat inspiratif, semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Aamiin.

One thought on “Astagfirullah !!! 500 Tahun Beribadah Tak Ada Jaminan Masuk Surga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *