Se-Akidah itu harus, Apalagi cari pemimpin

Posted on

Se-Akidah itu harus, Apalagi cari pemimpin

Indonesia adalah Negara saya cintai, Negara tempat kelahiran saya, Negara yang kaya raya dengan sumber daya alamnya. Sebagai rakyat biasa saya bangga dengan Negara Indonesia atas segala keadaannya. Negara ini dikemudikan oleh seorang pemimpin yang bernamakan presiden, begitupun di daerah daerah nya ada gubernur, walikota, bupati, camat, desa dan sebagainya.

Berbicara mengenai pemimpin, tentunya adalah sebuah amanah yang kita harapkan bisa menjadi orang nomor satu untuk membawa kemaslahatan, menjadi teladan bagi rakyatnya. Inilah harapan, inilah keinginan yang kita dambakan unutk menjadi Negara yang maju, Negara yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur.

Istilah baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr, tentu bukan istilah yang asing di telinga kita, karena merupakan istilah yang diambil dari firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala ketika menyebut Negeri Saba’ yang pada waktu itu indah dan subur alamnya, dengan penduduk yang selalu bersyukur atas nikmat yang mereka terima. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

Sungguh bagi Kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Rabb) di kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan:) “Makanlah dari rizki yang dianugerahkan Tuhan kalian dan bersyukurlah kepadaNya!’. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr”. [Saba’/34:15].

Pemimpin adalah seseorang yang menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Pada prinsipnya menurut Islam setiap orang adalah pemimpin. Ini sejalan dengan fungsi dan peran manusia di muka bumi sebagai khalifahtullah, yang diberi tugas untuk senantiasa mengabdi dan beribadah kepada-Nya.

Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Al-Baqarah: 30)

BACA JUGA:  Menjaga Lidah

Selain itu karena sebuah Negara, sebuah daerah perlu adanya pemimpin, maka kita sudah terbiasa untuk senantiasa memilih pemimpin kita, pemimpin yang akan kita ikuti kebijakannya pemimpin yang akan membawa kepada kemakmuran bagi rakyatnya, untuk sebagai orang yang paham terkait hal ini marilah kita senantiasa bijak dan pintar dalam memilih pemimpin kita, jangan ada propokasi dari pihak manapun, yang menurut kita baik mak itulah yang akan kita pilih. Namun apabila sesudahnya kita memilih siapa pemimpin kita, pada akhirnya ada konseksuensi yang harus kita ambil. Apabila kita salah memilih pemimpin maka jangan harap pemimpin kita akan keluar dari apa yang kita harapkan.

Dalam al qur’an larangan memilih pemimpin nonMuslim, bukan hanya satu, tapi ada tujuh ayat :

  1. Surat Alim Imran ayat 28;
  2. Surat An Nisa ayat 144;
  3. Surat Al Maidah ayat 57;
  4. Surat At Taubah ayat 23;
  5. Surat Al Mujadilah ayat 22;
  6. Surat Ali Imran ayat 149-150 dan
  7. Surat Al Maidah ayat 51.

Dengan demikian, seorang muslim wajib memilih pemimpin yang seakidah. Dan, tak ada yang bisa melarang-mengintimidasi-menghalangi seorang muslim melaksanakan kepercayaannya itu.

Karena apabila tidak seakidah maka jangan harap, pemimpin yang kita pilih tidak akan memahami kitab suci kita, karena tidak mengimaninya, tidak akan pernah mengenal nabi kita, karena tidak mengimaninya, tidak akan mengenal tuhan kita, karena tidak mengimaninya. Maka yang harus kita lakukan adalah pilihlah pemimpin yang Se-akidah.

One thought on “Se-Akidah itu harus, Apalagi cari pemimpin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *