6 Fenomena Bahaya Lidah, yang membuat kita jauh dari Allah SWT

Islam Itu Indah

bahaya-lidah
Disanguan.com I Afatul Lisan (Bahaya Lidah) adalah ungkapan kata yang memiliki arti bahaya lidah. hal itu bukan karena lidah selalu membawa mudharat bagi manusia. dengan lidah, seseorang dapat berbicara dan menyampaikan maksudnya. namun harus disadari pula, betapa banyak orang yan tergelincir karena lidahnya akibat tidak mampu menjaga ucapan dan perkataan yang keluar dari lidahnya. banyak terjadi dan kita lihat antara ucapan dan perbuatan terjadi kesenjangan, artinya perbuatan yang kita lakukan tak selalu benar dengan apa yang kita katakan. lidah ini bisa memberikan rasa manis ketika diucapkan, tapi tak sedikit lidah juga bisa memberikan rasa pahit, bahkan lebih pahit dari yang diucapkan. oleh karena itu, sangatlah penting seorang muslim memahami bahaya lisan dalam kehidupan sehari-hari.

Lidah adalah salah satu organ tubuh yang Allah ciptakan untuk manusia dengan segala kelebihannya. wajib bagi manusia untuk senantiasa menjaga serta memelihara lidahnya dari dosa dan kemaksiatan yang dapat menimbulkan kerugian dan penyesalan. Banyak fenomena-fenomena yang kita lihat terjadi di masyarakat terkait dengan lidah,  banyak sekali ucapan-ucapan atau ungkapan yang ditimbulkan oleh mulut dan lidah kita yang membuat kita jauh dari Allah SWT. terkadang kita tidak menyadari apa yang kita ungkapkan sama sekali tidak memiliki manfaat akan tetapi sebaliknya hanya menimbulkan mudharat.

Berikut Fenomena Bahaya Lidah yang terjadi di masyarakat kita:

1. Ungkapan yang tak ada guna

Banyak sekali waktu terbuang sia-sia hanya untuk berbicara yang tidak mengandung manfaat, bicara inilah, bicara itulah. ngomong ini , ngomong itu. banyak dari kita itu senang dan asyik membicarakan kejelekan orang lain. padahal kita tahu itu semua tidaklah berguna. kadang seseorang mengucapkan kata-kata tanpa dipikir terlebih dahulu. seperti pribahasa (Tong Kosong Nyari Bunyinya), tanpa pertimbangan dan memilah serta memilih sebelumnya sehingga menimbulkan kerugian dan penyesalan. Ada satu hadist yang menjelaskan bahwa,
“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan kata-kata tanpa dipikir yang menyebabkan dia tergelincir kedalam neraka yang jaraknya lebih jauh antaran timur dan barat” (HR Muttafaqun ‘alaih dari Abu Hurairah dalam Modul Tarbiyah Islamiyah oleh LKMT).
untuk itulah kita sebagai muslim hendaknya mengucapkan hal-hal yang bermanfaat karena ucapan yang mubah dapat mengarah kepada hal yang makruh atau haram.

2. Bicara dengan berlebih-lebihan

Lidah adalah salah satu organ tubuh yang Allah ciptakan untuk manusia dengan segala kelebihannya. lidah memiliki kesempatan yang sangat luas untuk taat kepada Allah SWT dan berdzikir kepada-Nya. selain kesempatan dalam kemaksiatan juga berbicara secara berlebih-lebihan. ketika anda ingin masuk surga sungguh mudah dan cepat dengan menggunakan Lidah, begitupun ketika menuju Akhirat sangat mudah dan cepat dengan menggunakan Lidah. tergantung kepada cita-cita Sebagai hamba Allah, tetapi tidak ada manusia satu pun yang ingin masuk neraka, meskipun dia seorang preman atau penjahat. Lidah bagaikan jaring untuk mencari ikan dilaut, jika jaring itu baik, maka hasilnya akan baik pula, namun jika jaring itu tidak baik bahkan rusak, maka jangan harap kita akan mendapat hasil yang baik dan maksimal.

3. Bicara yang dapat mendekati kebatilan dan maksiat

Bukan hal yang rahasia lagi, ketika seorang anak muda merayu seorang perempuan yang dicintainya dan disayanginya, kalimat yang digunakan sangatlah menimbulkan getaran jiwa dan hati, menimbulkan nafsu yang keluar dari diri.  sungguh peerbuatan itu yang harus kita hindari dan jauhi, karena didalamnya adalah pembicaraan yang mendekati kepada kemaksiatan. kita harus malu kepada sang pencipta, yang membuat lidah ini untuk kita pergunakan kepada hal yang baik-baik, Berdzikir dan menyebut nama-Nya yang Agung.

4. Selalu berbantahan, bertengkar dan berdebat

Susah pasti rasanya untuk terus memendam emosi dan perasaan, Karakter seseorang bisa terlihat ketika ia sedang marah. Bagaimana seseorang merespon sebuah masalah tergantung keadaan dirinya. berdebat masalah agama dan Ibadah tidaklah banyak faedah, terkecuali perdebatan itu dilakukan dengan cara yang baik dan benar. saling menghormati satu sama lain dan pedebatan itu harus dibarengi dengan ilmu yang menyakinkan.

5. Banyak Omong

Pada masa pemilihan Umum, dimana masa itu masyarakat di giring dan di haruskan memilih para calon pemimpin yang baik, dimasa itu pula para calon pemimpin memberikan janji-janjinya ketika dia menjadi pemimipin nanti. disaat itulah cara apapun mereka lakukan, untuk mendapatkan dukungan dan simpati dari pada pendukungnya. mereka berbicara apa saja yang menurut mereka baik, namun kebanyakan yang terjadi integritas dari pada apa yang di omongkan itu sedikit realisasi dan memberikan harapan palsu.

6. Banyak Bercanda dan Bersenda gurau

Bercanda dan Bersenda gurau memang boleh, tetapi bercanda yang benar sajalah yang dibenarkan dalam Islam, banyak para pendakwah yang memberikan ceramahnya ditambahkan candaan dengan maksud agar materi ceramahnya itu sampe dan diterima oleh para jamaah. asal jangan keterlaluan karena Islam adalah agama yang serius, bukan untuk dijadikan bahan tertawaan. bercandalah dengan baik dan benar, janganlah berlebihan.

2 Pings & Trackbacks

  1. Pingback:

  2. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *