Perbuatan Tuhan dan Kebebasan Manusia

Posted on

kekuasaan allah bersifat, kekuasaan allah tsunami jepun, kekuasaan allah di muka bumi, kekuasaan allah di luar angkasa, kekuasaan allah di palestina, kekuasaan allah swt di palestina, kebesaran allah di dunia, Searches related to kekuasaan Allah

Mungkin kita tak pernah secara eksplisit mengucapkannya, tapi hasrat dorongan itu pasti ada: keinginan untuk jadi manusia bebas. Mengapa kita jarang mengungkapkannya? Sebab hidup kita memang relatif bebas. Bebas dari jajahan bangsa Belanda, Jepang, Portugis. Bebas dari kemunafikan rejim Orde Baru. Bebas clometan di koran dan media sosial. Meskipun demikian tetap saja ada bagian kita yang meronta menuntut lebih banyak kelonggaran. Bebas dari kungkungan norma agama dan adat tradisi. Bebas pacaran, bebas dari jam malam di kos-kosan, bebas dari doktrin agama yang mengatur segala sendi kehidupan.

Yang jadi pertanyaan, kalau you sudah benar-benar bebas, lalu mau apa? Silakan anda tengok sendiri apa yang terjadi pada manusia yang mengagungkan kebebasan. Bagaimana akhir riwayat mereka? Jiwanya kosong, sepi, suwung, hampa! Terkadang manusia lupa dan abai pada fitrah fundamentalnya yaitu mencari harmoni hidup. Alias keselarasan. Dan keselarasan hanya bisa dicapai lewat keberaturan. Konsistensi irama hidup. Interaksi antar sesama mahluk hidup, saling menjaga saling menerima saling memberi saling menenggang rasa dalam negosiasi dan kompromi. Orang butuh kepastian dan rasa damai yang hakiki, dan rasa itu hanya bisa didapat dari kepastian tentang adanya sebuah kekuatan kolossal, Dzat yang Maha Dahsyat dengan kekuasaan, kebijakan dan cinta kasih yang serba masif.

Kerinduan pada kekuatan yang Maha mengatur dan mencukupi segala hajat mereka itulah yang melunakkan kerasnya hati untuk tunduk takluk dan melepas kehendaknya untuk bebas. Karena sejatinya tak ada mahluk semesta ini yang benar-benar bebas. Burung-burung yang terbang di langit itu tidak bebas. Mereka, sebagaimana satwa lain di rimba raya dan ikan-ikan di samudera, patuh pada insting purba yang memandu kehidupan mereka. Bahkan angin yang bertiup mendesau bergerak ke segala penjuru itu dipandu oleh pola cuaca. Ombak yang menggulung menderu pecah terburai di pesisir pantai juga digerakkan oleh sebuah siklus yang ditulis dan dipetakan berjuta-juta tahun sebelum lahirnya kehidupan. Semua sudah diatur dan ditetapkan.

BACA JUGA:  Contoh Berbakti Kepada Orang Tua yang Salah!

Jadi apa yang sebenarnya kalian cari dengan kebebasan, sedangkan jodoh, rejeki dan tanggal kematianmu sudah ditetapkan? “Bukan kebebasan yang sejatinya kita cari, tapi kerendahan hati dan kerelaan untuk jadi insan bestari yang patuh.”

Perbuatan Tuhan dan Kebebasan ManusiaArif Subiyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *