Jenis Cacing-Cacing Cantik Dalam Tabung Akuarium

Posted on

tube worm aquarium types, tube worm feather duster, tube worm aquarium, tube worm facts, tube worm anatomy, brittle star, tube worm reef tank, red tube worm, you tube worm

Kehadirannya di antara batu karang dan lalu lalangnya ikan laut yang terkenal cantik, membuat panorama akuarium semakin menawan dan asri. Padahal ia hanya cacing yang “malu-malu kucing”. Senang diperhatikan, tapi segera bersembunyi bila diganggu.

Dilihat sepintas tampaknya seperti tumbuhan laut di antara batu karang. Padahal ia adalah cacing dari ordo Sedentaria dan klas Polychaeta(adalah cacing berbulu banyak). Namun badannya yang berbulu banyak itu selalu disembunyikan dalam rumahnya yang berbentuk tabung. Sementara yang membuatnya tampak cantik adalah kepala atau mahkota sang cacing, berupa bulu-bulu panjang berwarna-warni.

Bulu yang sering disebut tentakel ini suka dipamerkan keluar dari tabung persembunyiannya, dan membentuk rumbai-rumbai mirip bunga tengah mekar. Namun kecantikannya ini akan membawa maut bagi mangsanya. Sebab kumpulan tentakel yang cantik ini selain berfungsi sebagai alat pernafasan, juga dipakai untuk menangkap mangsanya.

Cacing ini selalu ada dalam tabung berdiameter kira-kira 1cm dan panjang 20cm, yang dibuat sendiri dari lumpur dan lendir badannya. Karena itulah ia disebut tube worm (cacing tabung).

Aneka Bentuk dan Warna

Bentuk “mahkota”-nya macam-macam dan semuanya bagus. Spirographis spallanzanii dan Sabella mirip mekarnya bunga seruni. Sedangkan Spirobranchus giganteus juga mirip bunga, namun tersusun beberapa tingkat. Selain bentuknya yang unik, warnanya pun tak kalah menarik. Warna dasarnya kekuningan dengan garis-garis putih, cokelat dan kemerahan mendominasi ‘mahkota’nya. Namun warna ‘pink’ keputih-putihan hanya dimiliki oleh jenis Spirobranchus giganteus.

tube worm feather duster, tube worm aquarium, tube worm facts, tube worm anatomy, brittle star, tube worm reef tank, red tube worm, you tube worm

Kalau dalam akuarim tidak ada cacing ini, rasanya masih kurang bagus. Ternyata menempatkannya di akuarium juga ada seninya. Cacing cantik, yang oleh para pedagang ikan hias di sebut “cacing biasa” ini cocoknya ditempatkan di batu karang yang agak jauh dari arus yang ditimbulkan aerator. Jika terlalu dekat, cacing akan mati.

Jenis binatang laut ini banyak terdapat di hampir semua lautan tropis. Di Indonesia antara lain terdapat di perairan pulau Genteng, Pulau Putri, Pulau Bunyu, dan Pulau Bali.

Cacing cantik ini sama sekali tidak memerlukan perawatan rumit. Yang penting setiap bulan airnya harus diganti. Cara yang biasa ditempuh adalah dengan mengganti bagian air akuarium dengan air laut baru. si cantik ini akan hidup lama dalam air yang sehat dengan pH sekitar 8.3, salinitas 1.020 dan suhu 27-30oC.

BACA JUGA:  10 Perusahaan Cokelat Terbaik dan Tersukses di Dunia

Meskipun betah bersembunyi dalam tabungnya, cacing yang panjangnya mencapai 30cm ini juga perlu pakan. Kegemarannya adalah plankton dan liquid premarine yang diberikan 2 kali seminggu. “Sebaiknya pakan baru diberikan kalau “mahkotanya sedang mekar”. Jika perawatannya benar, cacing-cacing ini dapat hidup sampai 6 bulan. Tapi menurut salah satu penggemar ikan hias, cacing tersebut dapat hidup beberapa tahun dalam aquarium. “Cacing yang saya pelihara umurnya sudah 2 tahun,” katanya.

Meskipun perawatannya gampang, si cantik ini tidak boleh dibiarkan hidup bersama dengan ikan keling dan trigger. Sebab kedua jenis ikan ini paling gemar melahap cacing yang badannya bisa sampai separo dari besar diameter tabung. Dengan perawatan yang baik, cacing bermahkota ini dapat terus mempercantik panorama akuarium.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *