Mengenal Varietas Kentang Olahan

Posted on

varietas kentang granola, deskripsi kentang varietas granola, jenis kentang kecil, jenis kentang di indonesia, jenis kentang dieng, perbedaan kentang kuning dan kentang putih, jenis kentang untuk french fries, jenis kentang untuk keripik, varietas unggul pertanian, varietas unggul litbang, tanaman varietas unggul, varietas tebu, varietas pisang, varietas padi

Ternyata tidak sembarangan kentang dapat diproses jadi kentang olahan. Untuk itu dibutuhkan kentang berkadar tepung tinggi dengan kadar gula yang rendah. Sayangnya, kentang lokal tidak memenuhi persyaratan ini. Kadar tepungnya terlalu rendah sedang kadar gulanya justru tinggi.

Selain dapat dibuat sayur, kentang dapat pula diolah untuk dijadikan berbagai jenis aneka olahan makanan seperti: keripik kentang (Chips), kentang goreng (French-fries), kentang pure, tepung kentang, kroket dan perkedel. Saat ini hasil olahan yang paling populer dan digemari masyarakat luas terutama oleh remaja yang tinggal di kota besar adalah keripik kentang (chips) dan kentang goreng (French-fries).

Namun tidak mudah mencari kentang yang cocok untuk dijadikan kentang olahan di Indonesia. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi pengusaha dalam membuat keripik dan kentang goreng agar produknya dapat diterima konsumen. Antara lain, keripik kentang goreng harus berwarna kuning keemasan, memiliki kadar minyak yang rendah, renyah, permukaannya rata dan rasanya enak.

Untuk mendapatkan mutu seperti itu, kualitas bahan baku sangat menentukan. Karena menurut ahli, masing-masing varietas kentang akan menghasilkan keripik dan kentang goreng yang berbeda pula mutunya.

Varietas Diamant Paling Cocok

Tidak cocoknya kentang lokal untuk dijadikan kentang olahan, adalah karena kadar gula dan kadar air kentang lokal terlalu tinggi sedangkan kadar patinya rendah. “Jadi kalau kentang ini digoreng, hasilnya akan berwarna kecoklatan, menyerap banyak minyak dan lembek”.

Tidak demikian halnya dengan kentang-kentang olahan yang berkadar pati tinggi tapi kadar air dan kadar gulanya rendah. Hasil olahan kentang ini jika digoreng warnanya kekuning-kuningan, sedikit menyerap minyak serta padat. Untuk itulah salah satu produsen potato chips di Indonesia bekerja sama dengan importir dan pembiak bibit dari Belanda, mencoba menanam beberapa varietas kentang olahan seperti: Diamant, Cardinal, dan Premiere.

Dari ketiga varietas ini yang kemudian dianggap cocok dan menguntungkan adalah varietas Diamant. Sebab, Cardinal produksinya terlalu rendah, sedang Premiere, walaupun umur panennya pendek namun karena kadar gulanya tinggi hasilnya menjadi kurang bagus.

BACA JUGA:  Toko-Toko Komputer dan Laptop di Kuningan Jawa Barat

Kentang Diamant memiliki umbi yang berbentuk oval sampai oval panjang, berukuran seragam, bermata dangkal, kulit berwarna putih dan licin, dagingnya berwarna kuning muda. Hasil panennya sangat tinggi serta resisten terhadap phytophtora, penyakit kulit, virus A serta kista nematoda biotipe A. Dan yang tidak kalah penting adalah daya tahannya terhadap kekeringan cukup tinggi.

Syarat kentang Diamant untuk diolah menjadi potato chips haruslah berukuran diameter antara 42,5 sampai dengan 70mm, sedang untuk french fries bisa lebih besar dari 60mm. Mengenal Varietas Kentang Olahan Keripik French Fries di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *