Ini Jawaban Kominfo Terkait Beredarnya Berita Hoax Mengenai Registrasi Nomor Handphone!!

Posted on

Sim card, simcard standard, sim card nano, simcard micro, registrasi ulang kartu xl, registrasi ulang kartu simpati, registrasi ulang kartu 3, registrasi ulang kartu axis, registrasi ulang indosat, registrasi ulang kartu prabayar

Ini Jawaban Kominfo TerkaitBeredarnya Berita Hoax Mengenai Registrasi Nomor Handphone!!

Seluruh pengguna sim card prabayar operator seluler di tanah air ini mulai 31 Oktober 2017, apa itu pelanggan lama atau pun baru wajib untuk mendaftarkan ulang nomor ponsel tersebut dengan disertai data nomor NIK dan Kartu Keluarga (KK).

Masa pelaksanaan daftar ulang no hp teraebut paling lambat yaitu pada tanggal 28 Februari 2018. Jika pelanggan tidak melakukan daftar ulang maka akan ada sanksinya seperti pemblokiran nomor tersebut, namun secara bertahap.

Lalu tujuan apa yang ingin dicapai pemerintah atas penerapan kebijakan tersebut?

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen PPI Kemkominfo) Ahmad Ramli menjelaskan, registrasi ulang kartu SIM prabayar bertujuan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital. Dengan begitu, transaksi keuangan di dunia online menjadi lebih aman.

“Tidak ada maksud lain dan kami mendukung transaksi online. Kalau menggunakan transaksi online, toko online, registrasi dengan identitas yang benar, itu akan mendukung ekonomi digital,” ujar Ahmad dalam konferensi pers Forum Merdeka Barat 9 di gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

Registrasi ulang kartu SIM juga dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari penipuan, tindak kejahatan dan pelanggaran hukum melalui sarana telepon seluler dan media elektronik lainnya.

Oleh sebab itu, Ahmad mengimbau agar masyarakat tidak memercayai berita bohong yang menyarankan untuk tidak melakukan registrasi.

“Registrasi kartu prabayar ini juga dimaksudkan untuk memberikan kepastian, kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat,” kata Ahmad.

Baik pelanggan lama maupun pelanggan baru dari semua operator seluler diwajibkan melakukan registrasi kartu SIM prabayar, namun caranya sedikit berbeda.

Untuk pelanggan lama semua operator (Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Tri, dan Smartfren) pelanggan cukup mengikrimkan pesan SMS ke nomor 4444 dengan format: ULANG# (16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Bagi pelanggan baru Telkomsel, registrasi dilakukan dengan mengirim SMS ke nomor 4444 dengan format: REG#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Pelanggan baru XL Axiata bisa melakukan registrasi dengan mengirim SMS ke nomor 4444 dengan format: DAFTAR#(16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

BACA JUGA:  Raja Salman Menginap di Kuningan

Terakhir, untuk pelanggan baru Indosat, Tri, dan Smartfren, format SMS yang dikirim ke 4444 untuk registrasi adalah: (16 digit NIK)#(16 digit nomor KK).

Selain di KTP, NIK alias Nomor Induk Kependudukan juga tercantum di KK, di samping kolom nama anggota keluarga.
Sementara nomor KK tertulis dengan ukuran besar di bawah tulisan “Kartu Penduduk” di bagian atas KK. Pelanggan juga tidak perlu menyebutkan nama ibu kandung ketika registrasi.

KTP atau KK palsu tidak bisa digunakan untuk registrasi, karena database operator seluler tersambung ke Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil), sehingga keaslian dokumen dapat langsung diverifikasi.

Seluruh pelanggan kartu SIM prabayar diwajibkan mendaftar, paling lambat pada 28 Februari 2018. Jika tidak melakukan registrasi, akan ada sanksi seperti pemblokiran nomor secara bertahap.

Liat Videonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *