4 Cara Paling Jitu Meningkatkan Sel Darah Merah

disanguan.com. Makanan penambah darah. Waspada dengan 5L: lelah, letih, lesu, lemas, dan lunglai. Apabila kamu sering atau sedang mengalaminya, bisa jadi kondisi tersebut merupakan tanda-tanda anemia. Dengan kata lain, sel darah merah kamu terlalu rendah, sehingga kesulitan mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh.

Nah, ada baiknya, kamu tidak abai dan segera ambil tindakan. Ingat, tubuh yang tidak mendapat asupan oksigen secara optimal, akan kekurangan energi dan terlihat kuyu. Kamu jadi sering merasa pusing, mengantuk, bahkan pingsan. Wah, jika dibiarkan, tentu akan mengganggu produktivitas, penampilan, dan prestasi dalam bidang yang kamu geluti.

Tidak mau, kan? Karena itu, apabila kamu merasa tengah anemia atau kekurangan sel darah merah, terapkan 4 cara paling ampuh meningkatkan sel darah merah, berikut ini:

makanan apa untuk menambah sel darah merah, makanan apa yang bisa menambah darah merah, makanan apa yang mengandung sel darah merah, makanan apa yg bisa menambah darah merah

1. Menambah asupan nutrisi

Perhatikan pola makan 3J: jenis, jumlah, dan jadwal. Makanlah dengan teratur, dalam jumlah yang cukup, dan yang terpenting, teliti asupan nutrisi dari makanan yang kamu konsumsi. Untuk meningkatkan sel darah merah, kamu wajib memilih makanan yang mengandung nutrien berikut ini:

  • Zat besi, terdiri dari daging sapi, jeroan, sayuran hijau (bayam, kale, dan sebagainya), buah kering, kacang-kacangan, dan kuning telur.
  • Asam folat atau vitamin B9, yang bisa kamu dapatkan dari roti dan sereal bernutrisi, alpukat, sayuran hijau (bayam, kangkung, kale, dan sebagainya), dan kacang-kacangan.
  • Vitamin B12, yang terkandung dalam daging merah, ikan, telur, dan produk susu (keju, susu cair, susu bubuk, dan sebagainya).
  • Tembaga, dari kerang, ati, unggas, dan buah ceri.
  • Vitamin A, dalam wortel, tomat, sayuran hijau, cabai merah, buah-buahan, umbi-umbian, dan kentang manis.
Baca Juga :  Kurang Tinggi? Coba 10 Susu Peninggi Badan Cepat untuk Remaja

makanan sel darah merah, makanan penambah darah merah untuk anak, makanan alami penambah sel darah merah, makanan yang boleh tambah darah merah, makanan yang banyak mengandung darah merah, makanan penambah sel darah merah dan putih

2. Mengonsumsi suplemen

Apabila kamu kesulitan mengatur asupan makanan, kamu dapat mengonsumsi suplemen yang telah mengandung nutrien untuk meningkatkan sel darah merah. Jaga dosis yang tepat dan sesuai anjuran dokter, terutama jika kamu tengah menjalani pengobatan tertentu. Sebagai patokan, berikut ini takaran dari masing-masing nutrien:

  • Zat besi: 18 mg/hari untuk perempuan dan 8 mg per hari untuk laki-laki.
  • Vitamin C: 500 mg/hari untuk orang dewasa.
  • Tembaga: sekitar 18 mg/hari untuk perempuan dan 8 mg/hari untuk laki-laki. Dapat berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, dan berat badan.
  • Vitamin A: 700 mcg/hari untuk perempuan dan 900 mcg/hari untuk laki-laki.
  • Vitamin B12: 2,4 mcg/hari untuk usia 14 tahun ke atas, 2,6 mcg/hari untuk ibu hamil, dan 2,8 mcg/hari untuk ibu menyusui.
  • Asam folat atau vitamin B9: sekitar 100—250 mcg/hari, meningkat hingga 400 mcg ketika menstruasi, dan 600 mcg/hari untuk ibu hamil.
  • Vitamin B6: 1,5 mg/hari untuk perempuan dan 1,7 mg/hari untuk laki-laki.
  • Vitamin E: 15 mg/hari untuk orang dewasa.

3. Mengatur pola hidup

Demi meningkatkan sel darah merah, memperbaiki kualitas hidup, serta mendukung penyerapan nutrisi harian, sebaiknya kamu juga menginisiasi gaya hidup sehat. Hindari minuman beralkohol dan biasakan berolahraga secara rutin.

Baca Juga :  Kurus? Coba 10 Susu Penggemuk Badan Paling Ampuh

Ketika berolahraga, otak akan menerima sinyal bahwa tubuh kamu membutuhkan lebih banyak oksigen, sehingga memicu pembentukan sel darah merah. Untuk itu, kamu perlu memilih olahraga yang tepat, seperti berenang, lari, atau joging.

4. Menemui dokter

Ada kalanya, penurunan sel darah merah ditengarai oleh kondisi yang lebih serius. Jika anemia yang kamu alami sudah sangat mengganggu rutinitas harian, sebaiknya kamu menemui dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang komperhensif dan penanganan yang lebih tepat.

Karena, tindakan yang diambil oleh dokter dapat bervariasi, tergantung hasil diagnosis terhadap kondisi tubuh kamu. Beberapa tindakan pengobatan yang mungkin dilakukan, antara lain:

  • Menangani sumber masalah, apabila diketahui bahwa sel darah merah relatif rendah karena adanya masalah genetik atau pendarahan.
  • Menstimulasi pembentukan sel darah merah, dengan hormon eritropoietin, jika penurunan sel darah merah disebabkan oleh penyakit ginjal, kanker, efek kemoterapi, atau faktor lain yang berkaitan.
  • Transfusi darah, jika penanganan mandiri dan tindakan pengobatan tidak mempan untuk meningkatkan sel darah merah.

Bersamaan dengan seluruh upaya di atas, kamu juga perlu mengingat bahwa ada Sang Maha Penyembuh yang berkuasa atas segala sesuatu di bumi dan di langit. Jangan lupa berdoa, dan semoga baik-baik saja. Makanan penambah darah merah. Salam sehat!

Baca Juga :  7 Makanan Penambah Trombosit, Bagus untuk Pengidap Demam Berdarah