13 Makanan untuk Melancarkan Sirkulasi Peredaran Darah

disanguan.com. Pernahkah kamu mengalami kram, kesemutan, mati rasa, nyeri, atau sakit yang menyengat? Bisa jadi, gejala tersebut terjadi akibat dari sirkulasi darah yang tidak lancar. Dengan kata lain, aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen kurang atau tidak memenuhi kebutuhan dari setiap bagian tubuh.

Padahal, sebagai bagian dari sistem kardiovaskular, sirkulasi darah yang lancar begitu penting untuk meningkatkan imunitas, menstabilkan suhu tubuh, dan menjaga keseimbangan seluruh sistem dalam tubuh manusia. Terlebih, dalam kehidupan atlet, lancarnya peredaran darah juga berpengaruh pada performa dan pemulihan pasca pertandingan atau latihan.

Makanan supaya aliran darah lancar

Karena itu, ketika sirkulasi darah mulai bermasalah, ada baiknya kamu waspada. Perbanyak konsumsi makanan yang dapat melancarkan sirkulasi dan peredaran darah, seperti daftar berikut ini:

1. Bawang

makanan aliran darah lancar, makanan agar pembuluh darah lancar, makanan pelancar darah haid, makanan pelancar darah nifas, makanan pelancar darah kesehatan, makanan pelancar darah haid keluar

Berdasarkan penelitian terhadap 23 orang selama 30 hari, mengonsumsi 4,3 gram ekstrak bawang setiap hari, dapat melancarkan peredaran darah dan pelebaran dinding arteri secara signifikan. Bawang juga mengandung flavonoid, dan berbagai senyawa anti inflamasi yang baik bagi kesehatan jantung. Secara khusus, bawang putih juga mengandung alisin yang dapat menurunkan tekanan darah dan memberi efek relaksasi pada pembuluh darah.

Baca Juga :  Kurang Tinggi? Coba 10 Susu Peninggi Badan Cepat untuk Remaja

2. Aneka sitrun

Beragam jenis jeruk dan lemon mengandung antioksidan tinggi, termasuk flavonoid yang berfungsi sebagai anti inflamasi, serta dapat melancarkan aliran darah. Mengonsumsi aneka sitrun secara rutin pun dapat mengurangi tekanan darah dan menurunkan risiko penyakit stroke.

3. Kayu manis

Merujuk pada studi terhadap 59 orang yang mengidap diabetes tipe 2, konsumsi kayu manis 1200 mg/hari dapat mengurangi tekanan darah rata-rata hingga 3.4 mmHg dalam kurun waktu 12 minggu. Bahkan, penelitian terhadap sekelompok tikus yang diberi kayu manis sebanyak 200 mg/kg berat badan selama 8 minggu, juga menunjukkan performa jantung dan sirkulasi darah yang lebih baik setelah aktif bergerak, dibandingkan kelompok tikus lainnya.

4. Jahe

Kita terbiasa mengenal jahe sebagai bumbu masakan dan komposisi dalam berbagai jenis jamu-jamuan. Dan, secara ilmiah, rupanya jahe pun telah terbukti dapat menstabilkan tekanan darah dan melancarkan aliran darah. Pada sebuah studi yang melibatkan 4628 orang, mengonsumsi jahe sebanyak 2—4 gram/hari menurunkan risiko serangan darah tinggi.

5. Arbei

Komponen antioksidan dan anti inflamasi yang terkandung dalam beragam arbei, dapat berdampak positif bagi aliran darah. Terlebih, inflamasi kronis dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah yang berakibat pada masalah sirkulasi darah. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi arbei secara rutin dapat menurunkan tekanan darah, menstabilkan detak jantung, serta memperlebar dan membersihkan pembuluh darah.

Baca Juga :  Pola Makan Sehat untuk Pengidap Asam Urat

6. Kenari

Terdapat beragam kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan dalam sebutir kenari, seperti asam amino asensial, alpha-lipoic acid (ALA), dan vitamin E, yang dapat menstimulasi pembentukan vasodilator. Segala komponen tersebut akan menurunkan tekanan darah, menjaga fungsi pembuluh darah, dan mengurangi inflamasi, sehingga dapat membantu dalam proses pengobatan diabetes.

7. Sayuran hijau

Kandungan nitrat yang tinggi dalam sayuran hijau seperti bayam, kangkung, sawi, dan sebagainya dapat menstabilkan tekanan darah dan memperlebar pembuluh darah. Kondisi ini terbukti pada orang-orang yang menjalani diet tradisional China yang terdiri dari banyak sayuran hijau. Mereka memiliki tekanan darah yang lebih stabil dan berisiko lebih rendah terkena penyakit jantung dibandingkan orang-orang yang mengonsumsi makanan ala Barat.

8. Kunyit

Selama berabad-abad, kunyit menjadi komposisi dalam berbagai ramuan obat tradisional, karena mengandung senyawa anti inflamasi yang kuat dan dapat melancarkan peredaran darah. Terbukti, dalam studi yang melibatkan 39 orang, mengonsumsi kunyit 2000 mg/hari selama 12 minggu dapat meningkatkan aliran darah sebesar 36—37% pada lengan atas dan lengan bawah.

9. Tomat

makanan pelancar darah haid, makanan pelancar darah nifas, makanan pelancar darah kesehatan, makanan pelancar darah haid keluar, makanan pelancar darah saat haid, makanan pelancar darah setelah keguguran, makanan pelancar darah kental, makanan pelancar aliran darah ke otak, makanan pelancar darah ke otak

Dengan mengurangi aktivitas angiotensin-converting enzyme (ACE) yang memicu pengerutan pembuluh darah, tomat dapat menjaga kestabilan tekanan darah. Ekstrak tomat berfungsi aktif dalam melancarkan aliran darah, mengurangi inflamasi, mencegah penyumbatan dalam pembuluh darah, serta memperbaiki sirkulasi darah.

Baca Juga :  5 Jenis Makanan Berserat Tinggi untuk Mencegah Konstipasi

10. Buah bit

Para atlet sering kali mengonsumsi suplemen buah bit untuk meningkatkan performa. Buah bit mengandung senyawa yang dapat meningkatkan aliran oksigen ke lapisan otot, menstimulasi aliran darah, dan bahkan, mengatasi masalah sirkulasi darah pada lansia.

11. Minyak ikan

Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam berbagai jenis ikan, terutama salmon dan makarel, terbukti dapat melancarkan sirkulasi darah dan mencegah pembekuan darah. Pada penelitian yang melibatkan 10 orang, konsumsi minyak ikan dosis tinggi 4,2 gram/hari selama 4 pekan, secara signifikan melancarkan aliran darah menuju kaki setelah berolahraga.

12. Delima

Senyawa polifenol dan nitrat yang terkandung dalam delima, merupakan vasodilator yang kuat. Bahkan, tidak hanya dapat melancarkan peredaran darah, mengonsumsi delima dalam bentuk utuh maupun suplemen, memberi manfaat yang besar bagi kamu yang aktif berolahraga. Dalam berbagai penelitian, konsumsi delima dalam kadar tertentu dapat meningkatkan performa, serta mengurangi potensi kerusakan otot, rasa sakit, dan inflamasi ketika mengangkat beban.

13. Cabai cayenne

Kandungan capcaisin yang tinggi dalam cabai cayenne dapat menurunkan tekanan darah dan menstimulasi pengeluaran NO (nitrogen monoksida), serta komponen vasodilator lain yang berfungsi memperlebar pembuluh darah. Mekanisme tersebut dapat memperbaiki sirkulasi darah, menguatkan pembuluh darah, dan mengurangi residu yang menumpuk di dinding arteri. #NSP