Makanan Untuk Anak Tipes, Orang Tua Wajib Baca Informasi Ini!   

Makanan saat anak tipes. Setiap tahun, terdapat sekitar 100.000 kasus penyakit tifus di Indonesia. Karena telah dinyatakan sebagai penyakit endemik, kita harus waspada dan mengenali seluk-beluk penyakit ini.

Terlebih, bagi para orang tua. Pastikan Ayah dan Bunda telah mengetahui poin-poin penting terkait tipes, agar dapat melakukan pencegahan dan pengambilan tindakan yang tepat ketika anak terserang tipes. Hindari kepanikan, dan kuasai kondisi dengan pikiran yang tenang.

Yuk, simak! Inilah informasi yang perlu dibaca oleh para orangtua apabila anak terserang penyakit tipes.

anak tipes susah makan, makanan anak tipes, anak sakit tipes tidak mau makan, menu makan anak tipes, pantangan makan anak tipes, makanan sehat untuk tipes anak, makanan buat anak tipes, makanan yang boleh untuk anak tipes, makanan buat anak kena tipes

Ilustrasi anak tipes – via : medicalrepublic.com.au

Apa itu tipes?

Tipes atau tifus, atau kerap pula disebut demam tifoid, merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi bakteri Salmonella typhii. Penyakit ini tergolong serius, karena dapat menimbulkan komplikasi dan dapat mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Bagaimana infeksi bakteri S. typhi bisa terjadi?

Bakteri Salmonella typhi dapat masuk dan berkembang biak dalam tubuh manusia melalui paparan kotoran atau konsumsi makanan/minuman yang terkontaminasi urine/tinja yang mengandung bakteri tersebut. Apabila tidak segera diatasi, Salmonella typhii dapat memasuki pembuluh darah, hingga menyebar ke seluruh tubuh, dan berpotensi merusak organ dan jaringan tubuh. Paparan bakteri Salmonella typhii lebih rentan terjadi pada lingkungan dengan sanitasi yang buruk. Sementara itu, anak-anak berisiko lebih tinggi terserang infeksi bakteri ini karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna.

Baca Juga :  Kurus? Coba 10 Susu Penggemuk Badan Paling Ampuh

Apa saja gejala yang timbul ketika tipes?

Umumnya, gejala yang nampak ketika mengalami tipes, tidak serta-merta muncul secara bersamaan. Masa inkubasi bakteri rata-rata sekitar 7—14 hari, sehingga gejala akan timbul secara bertahap dan berkembang dari pekan ke pekan, antara lain berupa:

  • Penurunan berat badan.
  • Ruam kulit, terutama di bagian perut.
  • Sakit kepala dan perut.
  • Hilang nafsu makan.
  • Demam tinggi, terutama di malam hari.
  • Nyeri otot.
  • Batuk kering.
  • Diare pada anak-anak, dan konstipasi pada orang dewasa.

Apa yang harus dilakukan ketika anak terserang tipes?

Pastikan dokter telah menegakkan diagnosis atas serangkaian tes yang layak, seperti tes Widal, TUBEX, atau analisis darah, urine, dan tinja. Setelah itu, jagalah setiap anggota keluarga dari penularan penyakit, dengan penerapan higiene yang baik.

Dan, untuk mengatasi infeksi bakteri, segera lakukan terapi antibiotik atas petunjuk dokter. Perawatan lebih lanjut terhadap anak yang tipes dapat dilakukan di rumah sakit atau di rumah, tergantung tingkat keseriusan gejala yang telah muncul. Perawatan di rumah sakit, umumnya dengan memasukkan antibiotik dan nutrisi via infus untuk mencegah dehidrasi. Sementara itu, pada tipes stadium awal, anak dapat dirawat di rumah dengan pemberian antibiotik sesuai anjuran dokter, istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak konsumsi cairan, serta menjaga higienitas rumah dan seluruh anggota keluaga.

Baca Juga :  12 Makanan yang Mengandung Protein Nabati untuk Para Vegetarian

Bagaimana cara mencegah tipes?

Karena telah menjadi penyakit endemik, vaksinasi tipes di Indonesia telah terjadwal dan dianjurkan. Kendati demikian, pencegahan utama terhadap tipes, yaitu dengan menjaga sanitasi lingkungan, memperbaiki akses terhadap air bersih, dan penerapan pola hidup sehat pada keluarga. Selain itu, beberapa upaya berikut ini juga perlu dilakukan untuk mencegah penularan tipes pada anak:

  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas yang berkaitan dengan makanan atau pembersihan kotoran.
  • Minum air yang telah benar-benar bersih dan matang.
  • Hindari atau kurangi jajan di pinggir jalan.
  • Hindari konsumsi es batu yang tidak kamu ketahui kebersihan airnya.
  • Konsumsi buah dan sayuran yang telah dikupas dan dicuci bersih.
  • Batasi konsumsi makanan laut mentah.
  • Gunakan air bersih atau air matang untuk berkumur.
  • Hindari pertukaran barang pribadi, seperti handuk, toiletries, selimut, dan sebagainya.
  • Bersihkan kamar mandi dengan cairan disinfektan secara teratur.
  • Hindari konsumsi susu murni tanpa pengolahan lebih lanjut.
  • Konsumsi antibiotik hanya berdasarkan anjuran dokter, dan habiskan untuk menghindari resistensi bakteri.

makanan untuk anak tipes, menu makanan anak tipes, makanan anak gejala tipes, makanan anak kena tipes, pantangan makan anak tipes, menu makan anak tipes, menu makanan untuk anak tipes, makanan utk anak sakit tipes, makanan sehat untuk tipes anak, makanan orang tipes

Bagaimana pola makan yang baik ketika tipes?

Untuk mempercepat penyembuhan dan pemulihan tubuh, anak yang terserang tipes perlu mengatur pola makan, dengan cara:

  • Makan dalam porsi sedikit, dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Konsumsi karbohidrat yang mudah dicerna seperti bubur, nasi tim, atau puding buah.
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh, dari air kelapa, air gula, atau jus buah.
  • Konsumsi sayuran dan buah yang lembut, berupa kentang tumbuk, atau buah, seperti pisang, apel, dan jeruk.
  • Konsumsi biskuit, roti dan selai, atau sup sayuran.
  • Hindari makanan pedas, gorengan, daging, dan lemak jenuh.
  • Hindari makanan tinggi serat.
Baca Juga :  4 Cara Paling Jitu Meningkatkan Sel Darah Merah

Di samping itu, pastikan kamu memantau kondisi tubuh anak setelah menjalani perawatan. Kunjungi layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan saran dari dokter, apabila muncul gejala baru yang cukup mengkhawatirkan.

Dan, jangan lupa, sembari melakukan berbagai upaya di atas, terus berdoa dan yakinlah bahwa anak akan baik-baik saja dan segera sehat seperti sedia kala. Semangat!