Makanan untuk Darah Rendah, Terapkan Pola Makan Seperti Ini!

Disanguan.com. Atasi Tekanan Darah Rendah dengan Pola Makan Seperti Ini. Segala sesuatu di alam semesta harus bekerja sesuai dosis atau takaran, agar dapat berfungsi secara optimal. Dan, begitu pula tubuh manusia. Tekanan darah yang berlebih, atau populer dengan sebutan hipertensi, dapat menimbulkan gejala yang serius, hingga mengancam nyawa. Sementara itu, kondisi hipotensi atau tekanan darah rendah, rupanya juga tidak kalah berbahaya bagi keberlangsungan hidup kita.

makanan darah rendah untuk ibu hamil, makanan darah rendah alami, makan darah rendah, makan darah rendah untuk ibu hamil, makanan penyebab darah rendah, makanan darah rendah agar normal, makanan rendah darah tinggi, makanan obat darah rendah alami, makanan penambah darah rendah alami

Namun, parameter “tekanan rendah” akan berbeda pada setiap orang, tergantung riwayat kesehatan, usia, dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Dalam keadaan normal, tekanan darah berada di kisaran 120/80 mmHg. Umumnya, diagnosa hipotensi akan diberikan apabila tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg dengan diikuti serangkaian gejala, seperti:

  • penglihatan kabur
  • gangguan konsentrasi
  • pusing atau berkunang-kunang
  • pingsan
  • mual dan muntah
  • tubuh terasa lemas

Selain itu, kamu harus segera menemui dokter apabila timbul gejala yang lebih berarti, seperti nadi terasa kencang, nafas melambat, serta kulit dingin dan lembab.

Apa penyebab hipotensi?

Terdapat aneka faktor yang dapat menjadi penyebab gejala pada tekanan darah darah, antara lain:

  • perubahan posisi yang tiba-tiba,
  • anemia,
  • dehidrasi
  • serangan jantung,
  • kadar gula rendah,
  • pengobatan,
  • kehamilan,
  • masalah pada kelenjar tiroid,
  • stress,
  • dan sebagainya.
Baca Juga :  13 Makanan yang Baik untuk Ibu Hamil agar Janin Sehat dan Kuat

Cara mengatasi tekanan darah rendah

Sebelum kamu memutuskan untuk menjalankan pola hidup dan pola makan yang dapat meningkatkan tekanan darah, temui dokter untuk berkonsultasi. Pastikan kamu telah mendapatkan diagnosa yang jelas mengenai hipotensi dan kondisi tubuh kamu. Kemudian, pantau setiap gejala yang muncul, dan mulailah beberapa upaya yang dapat mencegah tekanan darah rendah, antara lain:

apa saja makanan untuk darah rendah, makanan apa saja yang membuat darah rendah, makanan apa saja yang menyebabkan darah rendah, makan apa darah rendah, apa makanan untuk darah rendah, jenis makanan untuk darah rendah, makanan apa buat darah rendah, jenis makanan penambah darah rendah, makanan apa yang menyebabkan darah rendah

Ilustrasi darah rendah – via : nova.grid.id

  • Perbanyak konsumsi cairan, terutama setelah berolahraga.
  • Hindari aktivitas tinggi di luar ruangan dalam cuaca panas.
  • Hindari atau kurangi waktu di sauna, kolam air hangat, dan semacamnya.
  • Lakukan perubahan posisi tubuh secara bertahap dan perlahan-lahan.
  • Hindari posisi berbaring terlalu lama.
  • Atur pola makan untuk menjaga kestabilan tekanan darah.

Terkait dengan poin terakhir, terdapat beberapa jenis makanan yang dapat kamu andalkan untuk mengatasi hipotensi. Namun, kamu harus terus memantau perubahan tekanan darah dan gejala yang timbul, lalu batasi konsumsinya apabila tekanan darah telah mencapai angka normal. Nah, berikut ini pola makan dan jenis makanan yang dapat meningkatkan tekanan darah:

  • Makanan yang sarat vitamin B-12 untuk mencegah anemia, seperti telur, daging sapi, dan sereal terfortifikasi.
  • Makanan yang kaya akan folat, seperti asparagus, hati ayam atau sapi, dan alpukat.
  • Garam, berupa keju cottage, ikan asin, atau sarden kalengan.
  • Teh licorice.
  • Kafein, dalam kopi dan teh.
  • Makan dalam porsi kecil, dengan frekuensi lebih sering.
  • Menghindari makanan tinggi karbohidrat.
  • Perbanyak air putih, dan hindari konsumsi alkohol.
Baca Juga :  4 Cara Paling Jitu Meningkatkan Sel Darah Merah

Yang perlu kamu ingat, langkah-langkah di atas hanya akan berdampak positif apabila sesuai dengan kondisi tubuh dan riwayat kesehatan kamu. Maka, konsultasikan dengan dokter apabila kamu hendak mengubah pola hidup dan pola makan, terutama jika kamu dalam kondisi hamil. Karena, dengan menyesuaikan antara tindakan dan kebutuhan, kamu dapat mengoptimalkan manfaat dan menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Semangat sehat!