Lengkapi, Menu Makanan Sehat Bergizi Seimbang untuk Anak!

disanguan.com. Masih menggunakan slogan 4 sehat 5 sempurna? Wah, sebaiknya kamu mulai cari informasi baru. Ketahuilah, kampanye yang berawal sejak tahun 1952 tersebut sudah kadaluarsa di tahun 1990-an. Mengapa? Berikut ini beberapa alasan yang membuat 4 sehat 5 sempurna sudah tidak bisa jadi acuan:

    • Jenis makanan bukan satu-satunya penentu kesehatan. Kamu juga harus berolahraga, memantau berat badan, mengatur porsi, menetapkan jadwal makan, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
    • Susu tidak wajib, karena kalsium, fosfor, dan zat besi dapat tercukupi dari makanan yang mengandung protein hewani seperti ikan, telur, dan sebagainya.
    • Fokus pada kandungan, bukan jenis. Misalnya, makanan pokok yang notabene karbohidrat, tidak harus berupa nasi, melainkan bisa jagung, ubi, atau kentang.
    • Dalam asupan harian, kita membutuhkan air sebanyak 8 gelas sehari untuk mencegah dehidrasi.

Karena itulah, kampanye makan 4 sehat 5 sempurna yang mengacu pada prinsip Basic Four ala Amerika telah tergantikan di tahun 1992, saat konferensi pangan dunia diadakan di Roma dan Genewa. Dalam perhelatan tersebut, Badan Pangan Dunia (FAO) menghimbau agar setiap negara mengubah pedoman “Basic Four” menjadi “Nutrition Guide for Balance Diet” yang di Indonesia menjadi “Pedoman Gizi Seimbang (PGS)” dan resmi diterapkan melalui UU kesehatan No. 36 tahun 2009.

Baca Juga :  Inilah 15 Makanan Karbohidrat Tinggi, Lebih Sehat dari Nasi!

apa saja makanan sehat untuk anak, apa saja makanan bergizi untuk anak, makanan untuk anak anak, makanan untuk anak cerdas, menu makanan anak bergizi

Nah, apa saja menu makanan gizi seimbang untuk anak? Yuk, kita telaah!

Pada dasarnya, Pedoman Gizi Seimbang (PGS) memiliki 4 poin yang menjadi pilar utama, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan yang bervariasi untuk mendapatkan gizi yang lengkap, kecuali untuk bayi 0—6 bulan yang hanya boleh minum ASI.
  • Membiasakan perilaku hidup bersih, mulai dari diri sendiri hingga lingkungan, untuk menghindari infeksi bakteri, virus, dan parasit lainnya.
  • Rutin melakukan aktivitas fisik, untuk mengoptimalkan fungsi organ, serta menjaga keseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori.
  • Memantau berat badan, dan berupaya untuk mencapai Indeks Massa Tubuh (IMT) yang ideal.

Sementara itu, untuk menentukan asupan harian, PGS memberi acuan berupa Tumpeng Gizi Seimbang. Berikut ini anjuran untuk menyiapkan menu makanan anak berdasarkan PGS:

  • Jaga kebersihan bahan makanan, alat masak, alat makan, dan lingkungan tempat tinggal.
  • Pantau berat badan untuk menentukan porsi yang tepat.
  • Lakukan aktivitas fisik agar tidak terjadi penumpukan lemak dan membakar sejumpah kalori yang telah masuk.
  • Hanya berikan ASI untuk bayi 0—6 bulan, dan MPASI lengkap yang sesuai usianya untuk anak 6—24 bulan.
  • Batasi asupan garam (1 sdt/hari), gula (4 sdm/hari), dan minyak (5 sdm/hari).
  • Asupan karbohidrat 3—4 porsi. Dapat berupa nasi putih, nasi merah, jagung, sagu, gandum, atau umbi-umbian seperti kentang dan singkong. Jika telah terbiasa dengan nasi putih, cobalah beralih ke nasi merah yang mengandung serat lebih tinggi, antioksidan, dan vitamin B6, serta dapat meminimalisir kolestrol jahat.
  • Konsumsi lauk-pauk sebagai sumber protein hingga 2—4 porsi. Kamu dapat memilih protein hewani dari ikan, daging sapi, ayam, telur, dan seafood, atau protein nabati seperti tempe, tahu, jamur, dan kacang-kacangan.
  • Sediakan sayuran 3-4 porsi. Pilih sayuran hijau, seperti sawi, kangkung, dan bayam untuk mendapatkan manfaat zat besi, klorofil, dan beragam vitamin. Atau, kamu juga dapat mengonsumsi wortel yang mengandung betakaroten, atau brokoli dan kembang kol yang kaya akan flavonoid.
  • Konsumsi buah 2—3 porsi, sesuai selera kamu. Kandungan nutrisi penting dalam buah sangat baik untuk menangkal radikal bebas, mengoptimalkan fungsi organ, mengatasi masalah pencernaan, hingga menangkal penyakit degeneratif.
  • Minum air putih sekitar 2 liter atau 8 gelas/hari, dan diutamakan 1—2 gelas ketika bangun tidur.
  • Konsumsi susu hanya jika membutuhkan protein atau suplemen tambahan untuk menambah berat badan. Kamu bisa memilih susu sapi, susu kambing, susu kedelai, atau susu almond.
Baca Juga :  7 Makanan Penambah Trombosit, Bagus untuk Pengidap Demam Berdarah

Jadi, biasakan untuk menerapkan pola makan 3J sejak dini. Tepat jumlah, tepat jadwal, dan tepat jenis, agar makanan yang dikonsumsi tidak sekadar membuat kenyang, tapi juga sehat, cerdas, dan semangat!